Lompat ke konten Lompat ke sidebar Lompat ke footer

PERAWATAN PADA KENDARAAN

PERAWATAN PADA KENDARAAN - Konsep perawatan sudah dikenal sejak pertengahan abad 20. Kata perawatan berasal dari bahasa Inggris “Maintenance” yang dalam bahasa Indonesia juga dapat diartika sebagai perawatan. Maintenance itu sendiri berasal dari bahasa latin “Manutentione” yang berarti “merawat dengan tangan”. 

PERAWATAN PADA KENDARAAN

Definisi lain dari kamus yang sama adalah : 

  1. Perbuatan atau hasil dari penjagaan 
  2. Tolok ukur yang dibutuhkan untuk penjagaan atau membuat tetap suatu masalah atau situasi. 
  3. Perawatan teknik pada bagian yang penting agar pengoperasian motor/mesin dapat teratur dan tetap. 

Oleh karena itu dalam pengertian umum perawatan adalah merawat, menjamin agar berfungsi dan lain-lain. Dengan kata lain perawatan adalah gabungan dari operasi kendaraan yang bertujuan untuk mendapatkan efisiensi kendaraan yang maksimum dengan kemungkinan rusak yang rendah dan waktu perbaikan yang singkat. Fungsi dari perawatan itu sendiri adalah : 

  1. Mempertahankan kondisi kendaraan secara maksimal baik tenaga maupun kemampuan. 
  2. Mencegah terjadinya kerusakan yang fatal secara dini. 
  3. Meningkatkan usia pakai kendaraan. 

Dari pengertian diatas dapat disimpulkan bahwa yang dimaksud dengan perawatan berkala pada kendaraan adalah suatu usaha untuk merawat bagianbagian kendaraan yang dilakukan secara berkala (rutin) dengan harapan agar kendaraan tersebut dapat berfungsi dengan baik dan maksimal. 

Dalam hal ini pihak pabrik pembuat kendaraan telah menetapkan pekerjaan yang harus dilakukan agar diperoleh penampilan kendaraan yang selalu prima dan siap pakai. Termasuk dalam perawatan ini adalah : perawatan 1.000 km dan 5.000 km (dilakukan oleh dealer) serta perawatan setiap 5.000 km, 10.000 km, 20.000 km, dsb.

Tingkat / Level Perawatan Kendaraan 

Tujuan utama dari pembagian tingkat perawatan ini adalah untuk membuat pekerjaan perawatan lebih rasional sehingga dapat lebih ekonomis dan biaya pelaksanaannya rendah. Klasifikasi tingkat perawatan terdiri atas : 

1. Perawatan Dasar atau Perawatan Harian 

Perawatan atau pemeriksaan harian pada intinya perawatan pertama yang harus dilakukan pengemudi atau teknisi yang ditunjuk khusus untuk pekerjaan tersebut. Perawatan ini dilakukan secara menyeluruh sebelum, sesudah kendaraan beroperasi atau sebelum, selama dan sesudah beroperasi. 

2. Perawatan Preventif atau Pemeriksaan Periodik 

Perawatan ini dilakukan secara periodik atau berkala, berulang-ulang dan terprogram. Perawatan preventif adalah rangkaian perencanaan pekerjaan melalui “Perencanaan Perawatan”. Dalam hal ini pihak pabrik pembuat kendaraan telah menetapkan pekerjaan yang harus dilakukan agar diperoleh penampilan kendaraan yang selalu prima dan siap pakai. 

Termasuk dalam perawatan ini adalah : perawatan 1.000 km dan 5.000 km (dilakukan oleh dealer) serta perawatan setiap 5.000 km, 10.000 km, 20.000 km, dsb. 

3. Perawatan Korektif 

Yang dimaksud dengan perawatan korektif adalah perbaikan komponen mekanis, penggantian suku cadang yang rusak. Perbaikan ini tidak direncanakan terlebih dahulu dan dilakukan begitu diketahui adanya kerusakan dan proses perbaikan dalam waktu yang singkat, biaya rendah dan kualitas yang baik. 

Pada umumnya perawatan korektif dapat diketahui ketika melakukan perawatan dasar atau perawatan preventif. Jika kelainan tersebut tidak ditemukan ketika pemeriksaan dasar dan preventif, maka kerusakan terjadi ketika kendaraan beroperasi. 

4. Perawatan Menyeluruh 

Perawatan ini termasuk perawatan yang dilakukan secara menyeluruh (bongkar pasang/overhaul) untuk unit (assy), perlengkapan mekanis, body dan lain-lain. Dengan tujuan rasionalisasi dan mempercepat proses perbaikan maka bengkel yang melaksanakan perawatan ini harus menyediakan komponen cadangan dalam bentuk unit (assy). 

Dengan cara ini komponen yang rusak dapat ditukar dengan cepat dan kendaraan dapat segera beroperasi kembali sehingga kendaraan tidak menunggu terlalu lama untuk perbaikan komponen yang rusak. Contoh komponen cadangan : 

  • Unit mesin 
  • Alternator 
  • Unit transmisi 
  • Motor starter 
  • Unit differential 
  • Steering gearbox, dan lain-lain. 

KRITERIA PERAWATAN 

Perawatan harus diprogam dengan cara mengumpulkan data atas jenis perawatan yang sering dilakukan dengan membandingkan perkiraan jarak tempuh atau waktu operasi. 

1. Perawatan berdasarkan jarak tempuh 

Kriteria perawatan ini dapat ditetapkan pada kendaraan yang beroperasi dengan kecepatan rata-rata dan jarak tempuh yang telah ditentukan serta mesin berputar idle tidak terlalu lama saat kendaraan berhenti. Contoh : bus antar kota, truk jarak jauh, dll. 

2. Perawatan berdasarkan jam operasi 

Perawatan ini dipilih untuk kendaraan yang rute operasinya jarak dekat, tetapi mesin harus selalu hidup dalam waktu yang lama ketika kendaraan berhenti. Contoh : bus kota, truk sampah, truk pengaduk semen, dll.

Posting Komentar untuk "PERAWATAN PADA KENDARAAN"