Lompat ke konten Lompat ke sidebar Lompat ke footer

Fungsi dan Jenis Piston

Fungsi dan Jenis Piston - Piston berfungsi untuk merubah atau menstransfer tekanan pembakaran menjadi gerak lurus yang selanjutnya melalui pena piston, batang piston dan poros engkol dirubah menjadi gerak putar. Disamping itu piston juga berfungsi untuk menghisap udara, mengkompresikan udara dan mendorong keluar gas buang. 

Fungsi dan Jenis Piston

Karena itu piston harus tahan terhadap tekanan yang tinggi, panas yang tinggi, ringan dan kuat. Umumnya piston dibuat dari bahan paduan alumunium atau baja tuang, dan akhir-akhir ini dikembangkan juga piston dengan bahan keramik yang mempunyai daya tahan terhadap panas dan keausan yang lebih baik. 

Piston yang dibuat dari alumunium mempunyai koefisien muai yang lebih tinggi. Disamping itu panas yang diterima oleh piston bagian atas lebih besar dibandingkan dengan piston bagian bawah. Karena itu umumnya diameter piston bagian atas dibuat lebih kecil dibanding diameter bawahnya bila diukur pada saat piston dalam keadaan dingin. 

Untuk dapat memenuhi kondisi-kondisi kerja piston, ada dibuat menjadi 4 macam yaitu : 

a. Split piston 

Yaitu piston yang untuk mengatasi pemuaian dengan cara membuat alur yang umumnya berbentuk "U“ atau "T“ pada sisi samping piston. 

b. Slipper piston 

Bagian piston yang mengalami gesekan paling besar adalah pada bagian sisi kerja. Sedangkan pada sisi lubang pena piston hampir tidak terdapat gesekan. Untuk memperingan piston dan memperpendek batang piston, maka bagian yang berhubungan dengan pena piston dipotong. 

c. Autothermic piston 

Piston yang dibuat dari alumunium alloy, angka pemuaiannya sangat besar, sehingga pada saat dingin kepala pistonnya dibuat jauh lebih kecil dari bagian bawahnya. Hal ini akan menyebabkan kurang sempurnanya kerja piston pada saat dingin. 

Untuk mencegah pemuaian yang besar dan yang berlebihan dari kepala piston, pada bagian dalam piston dipasang ring baja dengan angka pemuaian yang lebih kecil. Piston semacam ini disebut autotermic piston. 

d. Oval piston 

Tebal dinding piston tidak sama, dimana pada sisi yang terdapat lubang pena piston lebih tebal dibanding sisi kerja. Kondisi ini akan menyebakan pada saat panas pemuaian pada sisi kerja lebih kecil dari pada bagian yang tebal. 

Hal ini akan menyebabkan bentuk piston menjadi tidak bundar pada saat panas. Karena itu untuk mengatasi hal ini maka pada saat dingin piston dibuat oval, dimana piston pada sisi yang terdapat pena piston dibuat lebih kecil dari pada sisi kerja. Piston semacam ini disebut sebagai “oval piston”.

Fungsi dan Jenis Piston
Macam-Macam Piston 
Umumnya piston yang digunakan adalah gabungan dari beberapa kontruksi diatas. 

1. Saluran pendingin (cooling channel) 

Saluran ini terdapat pada kepala piston, dimana bagian tersebut mendapatkan panas yang paling tinggi. Dan sebagai pendingin, oli disemprotkan melalui oil jet. Oli ini dapat menyerap panas dan meningkatkan stabilitas maupun keawetan piston. 

2. Piston HFCD (Hino Fuel Economy Clean High Durability) / Piston yang hemat bahan bakar, bersih dan daya tahan tinggi. 

Meskipun alumunium alloy secara umum banyak digunakan sebagai bahan piston, saat ini besi tuang fleksibel banyak digunakan. Karena bahan ini dapat mengisolasi panas, mengurangi radiasi panas yang terbuang dari piston dan dapat menurunkan konsumsi bahan bakar. Di samping itu kualitas kekuatan bahan memungkinkan untuk membuat piston yang padat, tipis dan ringan. 

Posting Komentar untuk "Fungsi dan Jenis Piston"