Lompat ke konten Lompat ke sidebar Lompat ke footer

EFI II-PEMBACAAN CURRENT DATA

EFI II-PEMBACAAN CURRENT DATA

EFI II-PEMBACAAN CURRENT DATA - Alat engine scanner ibarat sebuah komputer yang digunakan untuk berkomunikasi dengan sesama komputer (ECU) yang ada di sebuah kendaraan. 

Sebagian orang berpikir bahwa dengan hanya menggunakan alat cerdas bernama engine scanner tersebut cukup mengatasi semua masalah atau gangguan yang ada pada ECU kendaraan. Itu adalah perspektif yang agak keliru. 

Barangkali mengira menggunakan alat tersebut bisa menyelesaikan semua masalah, ingat bahwa engine scanner hanya mampu mendeteksi kegagalan sistem pada sensor maupun aktuator “jika” terdapat rangkaian yang terbuka atau open circuit. 

Selama sensor maupun aktuator berada dalam posisi rangkaian close circuit maka alat engine scanner tidak menemukan masalah. Di sinilah sebenarnya peribahasa “the man behind the gun” lebih menentukan. 

Arti peribahasa ini adalah alat hanyalah sebagai media atau alat, tetapi manusia sebagai operator alat tersebut adalah sebagai penentu yang sebenarnya. Di sini tidak hanya dituntut alat enginering yang muthakit atau up to date tetapi tingkat analisis pengguna alat tersebut yang dituntut harus tinggi pula. 

Kegagalan sensor maupun aktuator yang disebabkan oleh tidak akurasia sensor atau aktuator tersebut dalam bekerja sering dijumpai di lapangan. Sebagai contoh saat kita memilih menu “read data fault” kemudian alat scanner menyatakan bahwa tidak ditemukan kegagalan data. 

Namun, kendaraan tersebut memiliki gejala-gejala yang menjurus pada kerusakan pada sistem EFI, ditunjukkan dengan putaran mesin stasioner yang tidak lancar, RPM naik turun, dan juga asap dari gas buang berwarna agak hitam. 

Dari kasus ini seorang teknisi menggunakan alat scanner tersebut untuk selanjutnya memili menu “read curent data” ditemukan bahwa saat putaran stasioner dan kendaraan sudah panas mesinnya akan tetapi sensor WTS atau Water Temperature Sensor menunjukkan suhu 5 derajat celcius. 

Sampai saat ini bisa kita amati terdapat kejanggalan data yang terbaca di sensor WTS tersebut. Tidak memungkinkan jika suhu cairan pendingin masih berada 5 derajat celcius. Di sinilah kita dapat mendiagnosis bahwa terdapat kerusakan sensor pada WTS tersebut. 

Pada bab ini mahasiswa dituntut untuk lebih mahir dan lebih teliti mendiagnosis motor bensin EFI dengan bantuan alat engine scanner. 

Sebuah simulasi kerusakan pada sensor akan dibuat pada bab ini yang tidak memunculkan indikasi kegagalan data. Mahasiswa dituntut untuk mampu menemukan masalah dan mengatasinya.

Jenis Injeksi Motor Bensin Berdasarkan Sistem Kontrolnya

1. Kontrol Mekanik 

Sistem injeksi bahan bakar motor bensin tipe K Jetronic merupakan sistem injeksi kontrol mekanik. Pada sistem ini injektor menyemprotkan bensin secara terusmenerus dalam setiap saluran masuk silinder motor. 

Pengontrolan jumlah injeksi bahan bakar ke setiap saluran masuk ditakar oleh plunyer pengontrol (control plunger) yang terletak di distributor bahan bakar dan pengontrolan udara dilakukan oleh air flow sensor. 

2. Kontrol Elektronik / Electronic Fuel Injection (EFI) 

Sistem injeksi motor bensin dengan kontrol elektronik pada saat ini paling banyak digunakan. Sistem injeksi kontrol elektronik/ EFI secara umum dikelompokkan menjadi 2 yaitu : 

a. L Jetronic 

Kode L berasal dari bahasa Jerman “Luft” yang berarti udara. Pada EFI L Jetronic, kontrol injeksi dilakukan secara elektronik oleh Electronic Control Unit (ECU) berdasarkan jumlah udara yang masuk. 

Sensor untuk mengukur jumlah udara yang masuk ke dalam silinder adalah Air Flow Meter. Air flow meter terdir atas : measuring plate, return spring dan potensiometer. Udara yang masuk melalui air flow meter membuka measuring plate yang ditahan oleh return spring.

Akibatnya measuring plate dan potensiometer bergerak pada sumbu yang sama sehingga sudut membukanya measuring plate dirubah menjadi perbandingan tegangan Akibatnya measuring plate dan potensiometer bergerak pada sumbu yang sama sehingga sudut membukanya measuring plate dirubah menjadi perbandingan tegangan.

b. D Jetronic 

Kode D berasal dari bahasa Jerman “Druck” yang berarti tekanan. Pada EFI D Jetronic, kontrol injeksi dilakukan secara elektronik oleh Electronic Control Unit (ECU) berdasarkan jumlah udara yang ada didalam intake manifold. 

Sensor untuk mengukur jumlah udara yang ada didalam intake manifold adalah Manifold Absolute Pressure Sensor (MAP Sensor). Manifold pressure sensor (vacuum sensor) bekerja berdasarkan tekanan dalam intake manifold. 

Tekanan yang sebenarnya tersebut sebanding dengan udara yang dialirkan ke dalam intake manifold dalam satu siklus. Volume udara yang masuk dapat ditentukan dengan mengukur tekanan intake manifold. Selanjutnya tekanan intake manifold disensor oleh silicon chip. 

Fungsi silicon chip adalah mengubah tekanan ke dalam bentuk nilai tahanan, kemudian dideteksi secara electrical oleh IC yang ada di dalam sensor.

Bagian-bagian Sistem Injeksi Bahan Bakar 

Sistem injeksi bahan baker dapat dikelompokan menjadi 3 kelompok sistem dasar, yaitu: 
  1. Sistem bahan bakar (Fuel System) : Sistem bahan bakar berfungsi untuk mensuplai bahan bakar tekanan tinggi sehingga siap diinjeksikan. Sistem bahan bakar digunakan untuk menyalurkan bahan bakar dari tangki bahan bakar sampai ke ruang bakar. Sistem ini terdiri atas : tangki bahan bakar, pompa bahan bakar, saringan bahan bakar, pipa penyalur, pressure regulator, pulsation damper, dan injektor. 
  2. Sistem induksi (Air Induction System) : Sistem induksi berfungsi untuk mengontrol jumlah udara yang masuk kedalam silinder. Sistem ini terdiri atas : air cleaner, air flow meter, throttle body, dan air valve. 
  3. Sistem kontrol elektronik (Electronic Control System) : Pada bagaian ini terdapat 3 bagian yakni: sensor (Input), ECU (Proses), dan aktuator (output). Sensor atau input adalah bagian dari sistem yang berfungsi mengumpulkan data berupa kondisi lingkungan sekitar. ECU atau pemroses bertugas untuk mengolah datadata dari sensor yang nantinya digunakan sebagai bahan pertimbangan untuk memerintahkan/ mengirim sinyal ke aktuator. Aktuator adalah komponen yang bertugas menerima perintah dari ECU.
Sistem EFI memiliki 3 bagian yakni sensor, prosesor dan aktuator. Kinerja dari sensor dan aktuator dapat dimonitor oleh ECU. ECU Menyediakan fasilitas komunikasi dengan socket konektor OBDII. Akses monitor kinerja ECU dapat dipantau melalui alat scanner. 

Didalam alat scanner menyediakan 3 fasilitas yakni; read data fault, erease data fault, dan read data current. Read data fault memiliki fungsi untuk mengetahui error atau kerusakan pada salah satu sensor atau aktuator. 

Setelah kerusakan diketahui melalui menu tadi maka sebenarnya ECU masih merekam data error tersebut dan melaporkannya dalam bentuk kedipan atau nyala MIL atau malfunction indikator lamp. 

Untuk bisa menghapus ingatan data laporan kerusakan tersebut dapat dilakukan dalam menu erease data fault. Read current data digunakan untuk mengetahui semua ukuran dalam parameter-parameter yang sedang terjadi saat itu juga pada engine. 

Data pada sensor dan aktuator akan ditampilkan pada menu ini semisal nilai duty pada ISC (aktuator), dan durasi lamanya injektor membuka.
Student Terpelajar
Student Terpelajar Content Creator, Video Creator and Writer

Posting Komentar untuk "EFI II-PEMBACAAN CURRENT DATA"