Lompat ke konten Lompat ke sidebar Lompat ke footer

TUJUAN TEKNOLOGI INFORMASI

TUJUAN TEKNOLOGI INFORMASI

TUJUAN TEKNOLOGI INFORMASI

1. Memecahkan masalah 

Dalam kehidupan yang serba pana ini semua orang mempunyai masalah. Siapa yang tidak mempunyai masalah? Dalam banyak kesempatan dan banyak juga para fasilitator, Narasumber, Widyaiswara mungkin pernah mengajukan pertanyaan kepada para anda yang menerima ceramah atau pembelajaran di kelas. 

Pertanyaan yang sederhana seperti Siapa yang tidak mempunyai masalah? Pastilah tidak ada orang yang mengangkat tangannya, karena pada dasarnya semua orang bermasalah. Jadi dalam hal ini pintar-pintarlah mengatasi masalah. 

Dengan cara apa? Ya, pintar-pintarlah mencari solusi. Jangan pernah membiarkan masalah tidak dipecahkan karena suatu masalah pasti ada solusi untuk mengatasinya. Kita sependapat bahwa semua orang memiliki masalah. 

Bahkan masalah itu terus berdatangan seiring dengan perjalanan kehidupan kita. Orang yang sukses bukanlah orang yang bebas dari masalah, tetapi mereka yang bisa mengatasi masalah demi masalah yang terus datang silih berganti. 

Mengabaikan masalah bisa membahayakan hidup kita. Masalah akan datang terus, jika satu masalah tidak bisa diatasi, maka masalah yang kita miliki akan terus bertambah dan menumpuk. Semakin lama semakin menggunung sehingga kita akan terjepit dengan masalah. 

Oleh karena itu, salah satu keterampilan yang harus dimiliki adalah bagaimana cara mengatasi masalah. Salah satu cara untuk memecahkan masalah yang kita hadapi adalah dengan Teknologi Informasi. Dalam kehidupan ini banyak persoalan yang dapat dipecahkan dengan kecanggihan tehnologi. 

Kehadiran serta Perkembangan dunia IPTEK yang demikian pesat serta mengagumkan itu memang telah membawa manfaat yang luar biasa bagi kemajuan peradaban umat manusia. Jenis-jenis pekerjaan yang sebelumnya menuntut kemampuan fisik yang cukup besar, kini relatif sudah bisa digantikan oleh perangkat mesin-mesin otomatis. 

Demikian juga ditemukannya formulasi-formulasi baru kapasitas komputer, seolah sudah mampu menggeser posisi kemampuan otak manusia dalam berbagai bidang ilmu dan aktifitas manusia. Kemajuan IPTEK yang telah kita capai sekarang benar-benar telah diakui dan dirasakan memberikan banyak kemudahan dan kenyamanan bagi kehidupan umat manusia. 

Sumbangan IPTEK terhadap peradaban dan kesejahteraan manusia tidak dapat dipungkiri. Namun manusia tidak bisa pula menipu diri sendiri akan kenyataan bahwa IPTEK mendatangkan malapetaka dan kesengsaraan bagi manusia. 

Teknologi yang sebenarnya merupakan alat bentu/ekstensi kemampuan diri manusia. Dewasa ini, telah menjadi sebuah kekuatan otonom yang justru „membelenggu‟ perilaku dan gaya hidup kita sendiri. 

2. Membuka kreativitas

Menurut Poerwodarminto (2002:1063) sikap adalah perilaku; gerak-gerik. Kreatif adalah memiliki daya cipta, kemampuan untuk menciptakan, bersifat (mengandung) daya cipta (Poerwodarminto, 2002:599). 

Sikap kreatif yang dimaksud dalam tulisan ini adalah perilaku yang memiliki daya cipta, kemampuan untuk menciptakan atau mengungkapkan gagasan-gagasan baru, dalam hal kreatifitas dibidang Teknologi banyak hal bisa timbul dalam pemikiran kita, terlebih lagi kalau penguasaan Teknologi di bidang IT Anda cukup bagus, pasti banyak hal yang akan mungkin timbul dalam pemikiran Anda. 

Kreativitas pada intinya merupakan kemampuan umum untuk menciptakan sesuatu yang baru, sebagai kemampuan untuk memberikan gagasan-gagasan baru yang dapat diterapkan dalam pemecahan masalah, atau sebagai kemampuan untuk melihat hubungan- hubungan baru antara unsur-unsur yang sudah ada sebelumnya (Munandar, 2004:25). 

Walaupun tidak satupun definisi dapat diterima secara universal. Dengan penguasaan Teknologi akan dapat membuka kreativitas kita sendiri, kita harus menghapus pandangan tentang kreatif yang telah tertanam dalam kepala kita, sebab, kalau masih memikirkan kreatif dalam artian sempit, akan sulit bagi Anda untuk membuka pintu kretifitas. 

Bangun tekad dalam pilihan Anda ini dan petakan definisi kreatif dari diri Anda sendiri, sertai pula dengan semua kriterianya guna mempermudah pencapaian.

Jika anda tergolong orang yang kreatif otak atiklah komputer sebagai salah satu komponen penting bagi langkah membuka kretatifitas diri anda. Dalam menjalankan hidup ini perluas cakrawala pikir Anda. 

Kreatifitas biasanya tak datang dengan sendirinya namun harus ada respon dari sekelilingnya, sejauh mana respon otak kita dalam menerima rangsangan, Jika hidup ingin lebih dinamis maka kita dituntut untuk lebih kreatif dalam segala hal, termasuk dengan passion yang kita miliki dan kita kembangkan. 

Seorang peneliti dituntut lebih kreatif agar bisa menemukan hal-hal yang lebih baru, seorang desainer dituntut lebih kreatif agar bisa menciptakan karya yang unusal dan menginspirasi, seorang pebisnis dituntut lebih kreatif agar tidak kalah dengan kompetitornya. 

Begitu seterusnya. Ada beberapa hal yang bisa kita lakukan untuk menumbuhkan kreativitas dalam diri kita. Tentu bukan persoalan yang sepele, namun harus kita latih secara rutin sehingga nantinya habit kreatif itu akan muncul dengan sendirinya tanpa dipaksa. 

Ibaratnya seperti gerakan reflek yang dilakukan tanpa kita menyadarinya. Menumbuhkan imajinasi kadangakala mengharuskan kita untuk memperluas cakrawala, namun seringkali untuk memulainya, kita tak pernah mengambil resiko keluar dari zona aman kita sendiri. 

Anda mungkin bisa memulai dengan mengunjungi tempat-tempat yang berbeda, misalnya mengunjungi kota yang berbeda, atau bahkan toko atau tempat makan yang berbeda dari biasanya. Pelajari sesuatu yang baru melalui Teknologi Informasi. 

Kreasi- kreasi yang mengutamakan pergerakan imajinasi sangat mendukung perluasan cakrawala anda. Kalau perlu ikutlah kursus dan bangun ketrampilan dalam bidang Informasi. Dan itu semua akan merangsang daya imajinasi Anda untuk berkreasi. 

Dalam Dunia IT Buatlah langkah berani. Salah satu bagian dalam mengeksplorasi kreatifitas adalah mengambil sebuah kesempatan dan berani bertindak. Sisi tambahannya, ada banyak aturan di sini, jadi semua usaha tak akan sia-sia dan membawa keutungan. 

Harapkan sedikit kegagalan dan jadikan dorongan untuk maju. Salah satu alasan utama menutup pintu kreatifitas adalah adanya ketakutan akan kegagalan. Sekali jatuh, atau bahkan mungkin beberapa kali, tak membuat Anda lebih nyaman dalam meghindari kegagalan. 

Jika ini benar, tak satupun dari kita yang melakukan usaha belajar berjalan. Banyak dari inovasi mengagumkan di dunia ini bermula dari ‘kegagalan.’Bahkan Thomas Edison harus melakukan usaha 50.000 kali hingga ia berhasil menemukan baterei alkalin yang masih kita gunakan hingga kini. 

Selanjutnya kenali pencapaian Anda. Seringkali, kita semua melakukan kreatifitas atau membuat sesuatu yang baru, dan saat seseorang memberi pujian, kita lebih senang mengelaknya. Jangan memandang rendah setiap hasil yang Anda capai, bahkan meskipun itu hanya sedikit peningkatan. 

Jika Anda terus mengelak hasil usaha yang Anda capai, itu dapat menutup pintu kretifitas Anda. Jika Anda membuat sebuah kemajuan, yakinkan Anda menghargai itu, bahkan kalau perlu rayakan bersama teman atau keluarga. 

3. Efektivitas 

Menurut kamus besar bahasa Indonesia, Kata efektif berarti ada efeknya (akibatnya, pengaruhnya, kesannya); manjur atau mujarab; dapat membawa hasil; berhasil guna ( usaha, tindakan); mulai berlaku (undang-undang, peraturan). 

Sedangkan definisi dari kata efektif yaitu suatu pencapaian tujuan secara tepat atau memilih tujuan-tujuan yang tepat dari serangkaian alternatif atau pilihan cara dan menentukan pilihan dari beberapa pilihan lainnya. 

Efektivitas bisa juga diartikan sebagai pengukuran keberhasilan dalam pencapaian tujuan-tujuan yang telah ditentukan. Misalnya jika suatu pekerjaan dapat selesai dengan pemilihan cara-cara yang sudah ditentukan, maka cara tersebut adalah benar atau efektif. 

Pada konteks tulisan ini definisi Atau Pengertian ”Efektivitas” penulis mengambil penegrtian efektivitas yang didefinisikan oleh salah seorang ahli bernama Abdurahmat (2003:92) Efektivitas adalah pemanfaatan sumber daya, sarana dan prasarana dalam jumlah tertentu yang secara sadar ditetapkan sebelumnya untuk menghasilkan sejumlah pekerjaan tepat pada waktunya. 

Jadi efektivitas dalam dunia pendidikan merupakan efektivitas penggunaan Teknologi Informasi sebagai sarana dalam peningkatan tujuan pendidikan, Internet sebagai anak kandung dari teknologi informasi menyimpan informasi tentang segala hal yang tidak terbatas, yang dapat digali untuk kepentingan pengembangan pendidikan, dengan internet belajar tidak lagi dibatasi ruang dan waktu. 

Keberadaan teknologi informasi bagi dunia pendidikan berarti tersedianya saluran atau sarana yang dapat dipakai untuk menyiarkan program pembelajaran baik secara searah maupun secara interaktif. 

Pemanfaatan teknologi informasi ini penting mengingat kondisi geografis Indonesia secara umum berada pada daerah pegunungan yang terpencar ke dalam banyak pulau-pulau. 

Dengan adanya teknologi informasi memungkinkan diselenggarakannya pendidikan jarak jauh, sehingga memungkinkan terjadinya pemerataan pendidikan di seluruh wilayah bumi Indonesia, baik yang sudah dapat dijangkau transportasi darat maupun yang belum dapat dijangkau dengan transportasi darat. 

Dengan demikian pemanfaatan teknologi informasi dalam pendidikan mempunyai arti penting terutama dalam rangka pemetaan sekaligus pemerataan pendidikan dan peningkatan kualitas serta efektivitas penyelenggaraan pendidikan di Indonesia. 

4. Efesiensi 

Arti kata efisien menurut kamus besar bahasa Indonesia yaitu tepat atau sesuai untuk mengerjakan (menghasilkan) sesuatu (dengan tidak membuang-buang waktu, tenaga, biaya), mampu menjalankan tugas dengan tepat dan cermat, berdaya guna, tepat guna. 

Sedangkan definisi dari efisien merupapakan hasil dari efesiensi. Sedangkan efisiensi adalah penggunaan sumber daya secara minimum guna pencapaian hasil yang optimum. 

Efisiensi menganggap bahwa tujuan-tujuan yang benar telah ditentukan dan berusaha untuk mencari cara-cara yang paling baik untuk mencapai tujuan-tujuan tersebut. 

Efisiensi hanya dapat dievaluasi dengan penilaian-penilaian relatif, membandingkan antara masukan dan keluaran yang diterima. Misalnya suatu pekerjaan dapat dikerjakan dengan cara A dan cara B. Untuk cara A dapat dikerjakan selama 1 jam sedangkan cara B dikerjakan dengan waktu 3 jam. 

Dengan begitu dengan cara A (cara yang benar) baru bisa dikatakan cara yang efisien bila dibandingkan dengan cara B. Itulah perbedaan dari kata efektif dan efisien. Efesien lebih kearah melakukan sesuatu dengan benar (do the thing right). 

Sedangkan efektif berarti melakukan sesuatu yang benar (do the right thing). Jika kita melakukan sesuatu sebaiknya secara efektif dan efisien. Do the right thing right atau melakukan sesuatu yang benar dengan cara yang benar. 

Jika ada yang bertanya? lebih bagus mana, Efisien atau efektif? mungkin penulis lebih memilih yang efektif. 

Karena efisien yang dilakukan belum tentu efektif. Bagaimana menurut anda? Dari defenisi Efektif dan efesien inilah pemanfaatan IT memberikan manfaat secara Efektif dan efesien yang dapat membantu proses kegiatan birokrasi juga dalam proses pembelajaran.

Student Terpelajar
Student Terpelajar Content Creator, Video Creator and Writer

Posting Komentar untuk "TUJUAN TEKNOLOGI INFORMASI"