Lompat ke konten Lompat ke sidebar Lompat ke footer

GANGGUAN OPERASI POMPA

GANGGUAN OPERASI POMPA

Pada instalasi pompa sering dijumpai berbagai kerusakan peralatan, misalnya katup- katup, pipa-pipa, sambungan, dan komponenkomponen dalam pompa sendiri. Kerusakan-kerusakan tersebut diakibatkan oleh gangguan-gangguan yang terjadi selama pompa beroperasi. Gangguan-gangguan yang sering terjadi adalah benturan air, surging dan fluktuasi tekanan. 

A. Benturan Air (Water Hammer)

Gejala benturan air sering terjadi pada operasi pompa dan pada kondisi ini banyak menimbulkan kerusakan pada peralatan instalasi. Benturan air terjadi karena pada aliran terjadi kenaikan dan penurunan tekanan secara tiba-tiba. Benturan air dapat terjadi karena dua sebab yaitu: 

  1. Penutupan katup secara tiba-tiba 
  2. Pompa mendadak berhenti bekerja 

Sebab pertama banyak terjadi pada waktu pengaturan kapasitas aliran, jika pengaturannya tidak benar, maka katup menutup penuh secara tibatiba, aliran akan terhenti dan seolah-olah zat cair membentur katup. 

Karena kondisi tersebut, timbul tekanan yang melonjak dan diikuti fluktuasi tekanan di sepanjang pipa untuk beberapa saat. Selama pompa beroperasi, poros pompa menggunakan penggerak dari luar, yang biasa digunakan yaitu motor listrik atau motor bakar. 

Khusus untuk pompa yang meggunakan motor listrik sebagai penggeraknya, masalah akan timbul apabila listrik tiba-tiba mati yaitu motor listrik tidak bekerja, akibatnya pompa akan berhenti mendadak. 

Aliran air akan terhalang impeler sehingga mengalami perlambatan yang mendadak, hal tersebut menyebabkan lonjakan tekanan pada pompa dan pipa. 

Dari dua sebab tersebut di atas, terlihat apabila terjadi gangguan operasi pompa, masalah yang akan timbul adalah terjadi lonjakan tekanan yang tiba-tiba karena aliran terhalang dan berhenti, kemudian terjadi benturan air pada peralatan. 

Kerusakan yang timbul disamping karena lonjakan tekanan, jatuhnya tekanan juga dapat menyebabkan kerusakan. Di bawah ini diuraikan beberapa kemungkinan yang terjadi pada operasi pompa yang berhenti bekerja apabila listrik mati ;

1. Pompa tidak dilengkapi katup pada sisi ke luar

Pada waktu listrik padam, pompa tiba-tiba berhenti, tetapi impeler masih berputar karena gaya kelembaman bagian yang berputar. Putaran ini kan segera berhenti karena energi kinetiknya terserap air. Karena aliran terhenti sehingga head dan kapasitas menjadi hilang. 

Head pompa tidak lagi mengatasi head dari sistem mengakibatkan tekanan pada sisi ke luar pompa menjadi negatif, kondisi ini menyebabkan aliran balik dari pipa sisi ke luar menuju pompa. Tekanan yang tadinya negatif menjadi positif pada pipa sisi kel uar pompa. 

Aliran balik dengan tekan positif akan membentur impeler pompa dan akan memutar impeler dengan putaran yang berlawanan dengan kerja pompa normal, dengan kata lain pompa bekerja sebagai turbin. 

2. Pompa yang dilengkapi dengan katup pada sisi ke luar pompa

Pemasangan katup ini akan mencegah aliran balik dari sisi ke luar pompa menuju pompa. Katup ini akan merespon aliran balik dengan langsung menutup aliran. Di dalam pompa, impeler setelah listrik mati tetap berputar tetapi akan segera berhenti secara berangsur angsur. 

3. Pompa dilengkapi dengan katup yang dapat diatur

Pemasangan katup pada sisi ke luar pompa untuk mencegah aliran balik akan lebih efektif apabila katup tersebut dapat diatur sehingga penutupannya tidak tiba-tiba sehingga alirannya tidak berhenti mendadak dan lonjakan tekanan dapat dihindari.

Kerusakan akibat benturan air 

Kerusakan yang ditimbulkan dari benturan air seperti yang telah disebutkan di atas adalah sebagai berkut : 

  1. Peralatan instalasi pompa seperti katup, perpipaan dan pompa dapat pecah karena lonjakan tekanan. 
  2. Pada waktu terjadi tekanan negatif pada aliran sisi ke luar pompa, pipa dapat mngempis dan pecah. 
  3. Tekanan negatif yang timbul dapat menyebabkan penguapan zat cair apabila tekanan tersebut di bawah tekanan uap zat cair. Penguapan zat cair akan menghasilkan banyak gelembung-gelembung uap air yang dapat pecah dan menghantam dinding pipa atau pompa sehingga menimbulkan kerusakan. 
  4. Apabila instalasi pompa tidak diberi pengaman sehingga terjadi aliran balik yang akan memutar impeler pompa, putaran ini berkebalikan dari putaran normal pompa, kondisi ini mengakibatkan kerusakan pada motor penggeraknya.

Pencegahan benturan air 

Proses terjadinya benturan air yaitu karena head pompa tidak dapat mengatasi head sistem sehingga terjadi tekanan negatif pada sisi ke luar pompa, kondisi ini menyebabkan aliran balik dari sisi ke luar pompa menuju pompa. 

Selanjutnya terjadi kenaikan tekanan yang drastis yang menuju impeler pompa. Berdasarkan kondisi tersebut, untuk mencegah terjadinya benturan air, tekanan negatif dan lonjakan tekanan harus dicegah. 

1. Pecegahan timbulnya tekanan negatif 

  • Katup laluan udara, katup ini dipasang ditempat dimana terjadi tekanan negatif sehingga udara dari atmosfer masuk ke dalam pipa untuk menyeimbangkan tekanan di dalam pipa dan di luar pipa. 
  • Kamar udara, kamar udara ini berbentuk bejana tertutup yang terisi air sampai ketinggihan tertentu, bagian atas bejana terisi udara bertekanan. Apabila terjadi tekanan negatif, udara bertekanan akan langsung mengisi sehingga tekanan tidak terlalu jatuh. 
  • Roda gaya pada poros pompa, roda gaya tersebut dapat menyimpan energi, sehingga pada waktu pompa mati impeler dapat terus berputar dan berhenti perlahan-lahan. Hal ini dapat mencegah penurunan tekanan yang berlebihan. 
  • Memperbesar ukuran pipa, dengan memperbesar ukuran pipa kecepatan aliran akan berkurang sehingga gaya yang ditimbulkan karena benturan akan berkurang. 
  • Bentuk pipa pada sisi ke luar harus menjamin tidak terjadi pemisahan kolom zat cair. 

2. Pecegahan timbulnya lonjakan tekanan 

  • Penggunaan katup kontrol (penutupam lambat). Pada pemasangan katup pada sisi ke luar pompa untuk menahan aliran balik menuju pompa, katup tersebut harus mampu mengontrol aliran agar tidak berhenti mendadak. Pada permulaan bekerja katup tersebut harus mampu mencegah lairan yang menuju impeler, kemudian selanjutnya menutup perlahan lahan sehingga aliran tidak berhenti mendadak dan lonjakan tekanan tidak terjadi. Jenis katup yang biasa dipakai adalah jenis katup jarum, katup putar dan katup kupu-kupu. 
  • Penggunaan katup pelepas tekanan. Katup pelepas tekanan dipasang pada jalur pipa untuk mengurangi lonjakan tekanan dengan cara melepaskan tekanan 
  • Penggunaan katup cegah (penutupan cepat). Katup ini harus menutup sesaat sebelum aliran balik terjadi, sehingga dihindari aliran balik yang besar, dengan demikian lonjakan tekanan dihindari.

B. Gejala Surjing 

Gejala surjing sering terjadi pada operasi pompa, laju aliran berubah-ubah secara periodik dan pada aliran terjadi fluktuasi tekanan. Gejala ini timbul karena pompa beroperasi dengan head yang semakin menurun dan head sistem yang naik. 

Atau, head pompa tidak mampu mengatasi head dari sistem secara normal. Untuk mecegah surjing harus dipilih pompa dengan head yang cukup tinggi, sehingga pada waktu pompa head nya menurun tidak sampai terjadi surjing.

C. Tekanan Berubah-ubah 

Gejala tekanan yang berubah-ubah atau berfluktuasi sepanjang aliran banyak terjadi pada pompa sentrifugal, khususnya pada pompa volut. 

Di dalam pompa ada daerah antara sisi luar impeler dan ujung dari volut (cut water), yang apabila setiap kali impeler berputar dan melewati daerah ini, tekanan zat cair akan berdenyut. Denyut yang terus-menerus akan dirasakan sebagai fluktuasi tekanan yang merambat pada zat cair di dalam pipa ke luar. 

Apabila denyut tekanan zat cair beresonansi dengan kolom air menyebabkan getaran dan bunyi. Untuk mencegah fluktuasi tekanan antara pompa dan jalur pipa ke luar, pada jalur ke luar pompa dipasang peredam bunyi yaitu kamar ekspansi. 

Kamar ekspansi akan memotong rambatan gelombang dari fluktuasi tekanan sehingga tidak sampai beresonansi dengan kolom air. 

Bona Pasogit
Bona Pasogit Content Creator, Video Creator and Writer

Posting Komentar untuk "GANGGUAN OPERASI POMPA"

close