Lompat ke konten Lompat ke sidebar Lompat ke footer

Kontrol Kapasitas Aliran Pompa

Kebutuhan pelayanan kapasitas operasi pompa tidak selalu tetap, tetapi disesuaikan dengan kebutuhan, sehingga kapasitas aliran harus diatur untuk menyesuiakan kebutuhan. Berikut ini diuraikan cara- cara pengaturan.

1. Pengaturan katup 

Pada instalasi pompa terdapat katup-katup untuk pengaturan kapasitas, terutama pada sisi pipa ke luar pompa. Laju aliran diatur dengan menghambat aliran dengan mengubah-ubah pembukaan katup. Berbagai macam tipe katup untuk kontrol kapasitas dapat dilihat pada Gambar.

Kontrol Kapasitas Aliran Pompa
Dengan mengubah-ubah pembukaan katup kapasitas aliran mejadi berubah, akan tetapi timbul tahanan katup sehingga menaikkan kerugian daya. Dengan kata lain, kapasitas aliran semakin dikurangi, tahanan katup semakin besar dan kerugian head juga akan semakin besar.  

2. Pengaturan putaran 

Pengaturan kapasitas dengan katup seperti telah diuraikan di atas, kerugian yang ditimbulkan besar, terutama kerugian head aliran. Dapat dilihat pada grafik head kapaitas pada Gambar 6.32, dengan mengubahubah putaran pompa dari n0, sampai n2, kapasitas akan berubah dari Q0 sampai Q2.

Titik operasi berubah dari P0 sampai P2. Untuk mengatur putaran dapat dilakukan dengan mengatur putaran motor penggerkanya, atau dengan mengubah perbandingan putaran pada alat transmisi daya porosnya. 

Dari uraian di atas, pengaturan kapasitas dengan cara mengubahubah putaran pompa akan mengubah kurva karakteristik H-Q pompa, sehingga titik perpotongan antara kurva H-Q pompa dengan kurva H-Q sistem menjadi bergeser. 

Pengaturan kapasitas dengan putaran memberikan kerugian yang lebih kecil dan efisiensi lebih tinggi dibandingkan dengan katup, hal ini karena perubahan kapasitas aliran dengan metode ini, tidak mengubah kondisi saluran instalasi pompa, sehingga tidak ada kenaikan tahanan aliran.

3. Pengaturan sudut sudu impeler 

Untuk pompa-pompa yang besar dan bekerja pada instalasi pompa dengan kapasitas besar, pengaturan kapasitas dapat dilakukan dengan mengatur sudut sudu impeler. Pada gambar dapat dilihat bahwa dengan mengubah sudut sudu, dapat mengubah kurva H-Q dari pompa, sehingga titik perpotongan dengan kurva H-Q sistem berubah.

Kontrol Kapasitas Aliran Pompa
Karena titik perpotongan yang merupakan titik operasi pompa bergeser, kapasitas aliran yang dihasilkan pun berubah dari Q0 sampai Q5. Pengaturan kapasitas dengan model ini sangat efektif terutama untuk perbedaan yang besar antara head statis sistem dan head statis pompa. 

Tetapi, pengaturan sudut sudu impeler hanya mudah diterapkan untuk pompa yang besar, untuk pompa berukuran kecil akan mengalami kesukaran.

4. Pengaturan jumlah pompa 

Pada pusat instalasi pompa dengan kapasitas besar, sering digunakan beberapa buah pompa untuk melayani kebutuhan laju aliran yang besar. Dengan demikian perubahan kebutuhan kapasitas pompa dapt dilakukan dengan mengurangi atau menambah jumlah pompa. 

Pada gambar adalah grafik H-Q instalasi pompa dengan 4 buah pompa dipasang paralel. Kurva H-Q pompa akan bervariasi, titik operasi pompa pun bergeser dari P1 sampai P5. Dengan memasang pompa semakin banyak kapasitas alirannya semakin besar, dari Q1 sampai Q5.

5. Pengaturan dengan reservoir atau tandon 

Pengaturan kapasitas aliran pompa dapat dilakukan dengan memasang tandon sebagai penumpul air sementara, kemudian air didistribusikan ke tempat yang membutuhkan pas dengan kapasitasnya. Ada dua cara yang dapat digunakan untuk pengaturan laju aliran model ini yaitu: 

a. Penyedian air dengan tangki atas 

Model penyedian kapasitas aliran jenis ini dilakukan dengan memasang sebuah tangki atas dipuncak gedung-gedung atau di atas menara air. Dari tangki atas air dibagikan ke tempat-tempat yang membutukan. 

Kapasitas aliran diatur dengan memasang katup pada masing-masing jalur pipa sehingga pas dengan yang dibutuhkan. 

Pompa bekerja secara otomatis untuk mengisi tangki atas, apabila jumlah air di dalam tangki surut sampai level tertentu, pompa secara otomatis akan bekerja untuk mengisi tangki tersebut sampai level air yang ditentukan.

b. Penyedian air dengan tangki tekan 

Pelayanan air dengan kapasitas aliran yang dapat diatur dengan metode tangki tekan sangat efektif apabila pompa yang beroperasi tidak dapat melayani tempat-tempat yang tinggi. Atau head yang dimiliki pompa kecil untuk melayani head dari sistem. 

Metode menggunakan tangki tekan, yang berupa bejana tertutup, dipasang didekat pompa. Air dari sumber air dipompa ke tangki tekan kemudian disalurkan ketempat-tempat yang membutuhkan. Pompa bekerja otomatis merespon dari tekanan yang berkurang di dalam tangki tekan. 

Udara mencegah pompa beroperasi secara berulang-ulang karena merespon tekanan di dalam tangki tekan. Pemasangan kompresor akan sangat membantu untuk menyupali udara tekan ke tangki tekan.

Bona Pasogit
Bona Pasogit Content Creator, Video Creator and Writer

Posting Komentar untuk "Kontrol Kapasitas Aliran Pompa"

close